
Selamat Datang!
Namaku Ken. Ueda Kenichi lengkapnya. Seorang demigod atau blasteran dewa.
Keren? Luar biasa? Kamu ingin menjadi sepertiku?
Hmm.. sebelum itu, silakan baca kisahku lebih dulu, ya!

Ueda Kenichi
| Panggilan | Ken |
| Tempat, Tanggal Lahir | Kanada, 26 Mei 2002 |
| Orangtua | Mars (Dewa Perang); Harumi Ueda (Manusia fana) |
| Jenis | Demigod Romawi |
| Afiliasi | Camp Jupiter; Kohort III |
| Seksualitas | Straight |
| Golongan Darah | A |
| Warna Mata | Cokelat |
| Warna Rambut | Hitam |
| Tinggi Badan | 181 cm |
| Faceclaim | Hwang Hyunjin |
| Voiceclaim | Hwang Hyunjin |
Hidup Sebelum Perkemahan
Ringkasan hidupku sebelum masuk ke Perkemahan Jupiter?
Payah, rumit, berantakan.
Aku lahir dari rahim seorang kriminolog Jepang yang bekerja di Kanada. Ayahku seorang dewa. Aku tidak tahu apa yang dimiliki atau diperbuat ibuku sampai ia bisa menarik hati seorang Dewa Perang. Oh ya, aku lahir sekitar 10 menit sebelum adik kembarku, Kiko.
Sewaktu aku dan Kiko masih kecil, ibu cuma bilang kalau ayah kami sudah meninggal. Dan waktu itu, aku tidak mempertanyakan lebih jauh. Ibu selalu terlihat sedih saat menceritakan soal ayah.
Aku dan Kiko tumbuh bersama di Kanada sebagai anak yang... suka bikin onar. Bukan predikat bagus yang bisa dibanggakan. Kami sering bertengkar dengan anak-anak lain. Sejak kecil, sifat kompetitif dan arogan rasanya sudah mengalir dalam darahku (trims, Ayah). Emosiku kerap kali meledak-ledak. Alhasil, yang berhasil kudapatkan dari masa sekolah bukannya teman, justru musuh. Aku dan Kiko juga sering sekali pindah sekolah, tentu saja karena dikeluarkan.
Ibu sampai kehabisan akal untuk mengaturku. Maaf, bu.
Hingga akhirnya, suatu hari saat usia kami menginjak 12 tahun, aku dan Kiko diserang oleh monster di sekolah kami. Kami diselamatkan dengan kedatangan dua ekor anjing. Yang rupanya bukan anjing sebab kemudian dua hewan itu berubah jadi serigala. Bingung? Sama.
Serigala itu membawakan kami pedang untuk melawan monster lalu menyuruh kami ikut dengannya. Tadinya aku tidak ingin ikut, soalnya orang gila mana yang mau ikut dengan serigala?
Tapi toh, aku ikut juga dengan serigala itu. Setidaknya aku bersama Kiko. Kami dibawa ke Rumah Serigala. Di bawah bimbingan Lupa, sang Dewi Serigala, dan serigala-serigalanya, kami dilatih bertarung. Kami dilatih menggunakan senjata-senjata kuno, senjata Romawi. Keren? Yap, kecuali bagian dihadapkan pada kawanan serigala yang siap memakan siapapun yang menunjukkan kelemahan. Untungnya, sebagai anak Mars, aku cukup tangguh.
Aku berhasil melewati tahap "uji kelayakan" di Rumah Serigala. Lupa akhirnya melepas aku dan Kiko untuk tinggal di Perkemahan Jupiter. Dan di sinilah, akhirnya aku bisa mengenal lebih jauh tentang diriku, Ayah, dan kehidupan legiun Romawi.
Di Perkemahan

Perkemahan Jupiter terletak di San Fransisco. Kerennya, perkemahan ini tersembunyi dari mata manusia biasa.
Singkat cerita, akhirnya aku diklaim oleh Ayah. Hore. Aku anak Dewa Perang. Hampir seketika, aku paham mengapa sikapku seperti itu selama di sekolah. Itu pasti semacam.. turunan kan, dari pihak ayah?
Aku menjalani masa probatio selama kurang dari setahun. Pada awal tahun 2015, aku mengikuti misi bersama dengan Kiko dan Elias. Sepulang dari misi, aku akhirnya diterima menjadi anggota resmi Twelfth Legiun Fulminata. Rajah bertuliskan SPQR, lambang Mars, dan satu garis vertikal terlukis di lenganku.
Di dalam perkemahan, aku bertemu dengan blasteran lain. Perlahan aku mulai memahami kehidupan dan takdirku sebagai anak dewa. Bukan sesuatu yang istimewa. Lebih banyak beban yang harus ditanggung.
Aku selalu mengikuti latihan dengan rajin. Mungkin karena aku anak Mars, aku jadi punya semangat bersaing yang tinggi. Aku tidak menerima kekalahan. Terutama dari Kiko.
Setelah melalui masa pembuktian diri, akhirnya aku diangkat menjadi Centurion untuk Kohort III pada 2019 lalu.
Sifat dan Kepribadian
Aku orang yang seperti apa? Mungkin yang ada di bayangan kalian, anak-anak dewa perang pastilah galak, suka membunuh, kasar, sulit diajak berteman. Ya, wajar sih.
Pada dasarnya, aku cukup friendly. Sudah cukup aku mengalami masa sekolah yang penuh dengan penindasan. Aku ingin punya teman di perkemahan. Sehingga aku membuat diriku cukup ramah dan menyenangkan untuk diajak berteman. Lucu? Sedikit, mungkin. Terkadang aku bertingkah agak ceroboh dengan sengaja, hanya untuk membuat impresi terhadapku sebagai orang yang tidak menyeramkan.
Aku, bisa dibilang, seorang yang ambisius dan kompetitif. Terutama dalam kemampuan menggunakan senjata, bertarung, strategi perang, dan berbagai kegiatan fisik. Kalau soal akademis, ehm, aku tidak begitu peduli.
Sejak masuk perkemahan, aku menemukan ternyata aku punya jiwa pemimpin yang baik. Aku termasuk orang yang bertanggungjawab dan bisa diandalkan. Tapi alih-alih idealis, aku adalah seorang yang realistis dan apa adanya. Aku juga seorang pekerja keras dan pemberani.
Kekurangan? Tentu saja aku punya. Aku bukan termasuk orang yang sabar dan sopan. Bicaraku seringkali asal, dan terlalu apa adanya. Orang-orang juga bilang cara bicaraku kadang sarkastis. Jangan lupakan juga, aku terhitung sering menggunakan kata kasar.
Mencari orang yang perhatian, pendengar yang baik, empati? Jelas itu bukan aku. Aku sulit berempati dengan orang lain, aku juga tidak disukai karena sering menilai orang lain dengan standarku sendiri.
Aku adalah orang yang mudah tersulut emosi, dan terkesan arogan. Aku mungkin sering bertingkah sombong dan superior. Sudah ada yang mencoba mengingatkan, tapi sulit rasanya mengubahnya.
Skills
Pandai strategi perang
Telumkinesis; Sebagai anak Mars, aku dianugerahi kekuatan menguasai segala jenis senjata. Aku juga bisa memanipulasi senjata seseorang. Contohnya membuat senjata itu terlalu berat.
Bertarung
Ketahanan fisik yang melebihi manusia biasa
Bahasa Latin, Inggris, dan (sedikit) bahasa Jepang
Trivia
Memiliki ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) seperti kebanyakan demigod lain
Takut pada kucing
Senjata andalanku adalah tombak perang/pilum
Tidak menyukai pelajaran sekolah, terutama matematika
Memiliki luka jahitan di kepala karena pernah terjatuh sewaktu kecil

Kiko Ueda
Adik kembar sekaligus rival, Centurion Kohort III

Elias Easton Clifford
Praetor Perkemahan Jupiter; Rekan misi pertama

MARS
Soal ayahku.. dari mana ya harus mulai kuceritakan.
Dia adalah Mars; Dewa Perang sekaligus pelindung bangsa Romawi. Dalam kisah Romawi, Ayahku termasuk dewa paling kuat dan berpengaruh, di bawah Jupiter. Makanya, Ayahku termasuk dewa yang paling dihormati dan namanya selalu dielu-elukan dalam pertempuran bangsa Romawi.
Ayahku ahli strategi perang, ahli senjata, pokoknya semua yang berhubungan dengan peperangan deh. Aku mendapatkan kemampuan dan pengetahuan strategi dan persenjataan karena aku anak Mars. Yah, lumayan keren, sih.
Sebenarnya, Ayah punya istri seorang dewi. Namanya Bellona. Tapi Bellona juga sebenarnya kembaran Ayah. Jadi aku sering bingung harus memanggil apa kalau bertemu. Bibi? Ibu Tiri? Soal perkerabatan dewata ini memang bikin pusing.
Apakah aku bangga punya Ayah dewa? Ya dan tidak. Soalnya Ayah dewa tidak bisa diajak bermain sepakbola atau diajak mengambil laporan akhir semester ke sekolah. Dia juga jarang bertemu denganku. Sesekali, hanya di saat-saat penting, dia muncul. Kalau penting sekali, langsung ke hadapanku. Kalau tidak terlalu, mungkin lewat mimpi atau firasat. Ayah juga beberapa kali mengabulkan doaku.
Jadi bagaimana? Masih berpikir hidupku keren dan menyenangkan? Masih ingin memiliki orangtua dewa?
Tidak? Baguslah.
Ya? Mungkin kapan-kapan kita harus bertemu. Dan aku akan ceritakan padamu kisah-kisahku yang lain. Atau langsung hubungi aku juga boleh!